Jumat, 23 November 2012

Masa Pendudukan Jepang di Indonesia

Secara resmi Jepang berkuasa di Indonesia sejak tanggal 8 Maret 1942, berdasarkan    Perjanjian Kalijati. 
Wakil : Jepang = Jendral Hitoshi Immamura
             Belanda = Letjend Ter Poorten
                                Gub. Jend. Tjarda van Starkenborgh Stachovwer
Kedatangan Jepang mula-mula disambut baik oleh rakyat Indonesia karena Jepang membawa propaganda bahwa Jepang adalah saudara tua Indonesia.
Pada masa pendudukan Jepang wilayah Indonesia dibagi menjadi 3 yaitu,
1. Wilayah I meliputi : Jawa dan Madura
    - Pusat di Jakarta
    - Dibawah komando Rikugun (AD)
2. Wilayah II meliput : Sumatra dan pulau-pulau disekitarnya
    - Pusat di Bukittinggi, Sumatra Barat
    - Dibawah komando Rikugun (AD)
3. Wilayah III meliputi : Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara
    - Pusat di Makassar
    - Dibawah komandio Kaigun (AL)

Penjajahan Jepang diwarnai dengan pemerasan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia untuk kepentingan perang Jepang.
1. Pemerasan SDA
    - Hasil pertanian dan peternakan harus disetor kepada Jepang
    - Hasil hutan, perkebunan dan tambang diangkut ke Jepang
    - Lahan pertanian wajib ditanami tanaman jarak. Digunakan untuk pelumas.
2. Pemerasan SDM
    - Romusha = kerja paksa tanpa upah pada jaman Jepang. Mereka dibawa ke tempat-tempat dimana dibangun sarana dan prasarana perang. (dijuluki Prajurit Ekonomi / Pahlawan Pekerja).
    - Kirohoshi = kerja paksa tanpa upah pada jaman Jepang bagi tokoh-tokoh masyarakat, pamong praja.
    - Wajib Militer
      a. Seinendan (Barisa Pemuda)
      b. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
      c. Fujinkai (Barisan Wanita) 
      d. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
      e. Syuisyintai (Barisan Pelopor)
      f.  Jawa Hokokai (Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa)
      g. PETA (Pembela Tanah Air)

Pergerakan Pada Jaman Jepang
Pendudukan Jepang > melahirkan penderitaan > pergerakan / perlawanan.
Ada 2 taktik dalam perang melawan Jepang :
1. Taktik Kooperatif
     - Mau bekerja sama dengan Jepang
     - Dilakukan oleh golongan tua seperti : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dll
     - Sifat : moderat / lunak
2. Taktik Non-Kooperatif / Gerakan Bawah Tanah
     - Tidak mau bekerja sama dengan Jepang 
     - Dilakukan oleh golongan muda seperti : Sutan Syahrir, Sukarni, dll
     - Sifat : rahasia, ilegal, radikal 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar